Diduga Paksa Warga Coblos Ketua Adkasi, Anggota PPS Desa Randomayang Dilaporkan Ke Bawaslu

Sulbar.kabardaerah.com. || Pasangkayu –  Salah seorang warga Kabupaten Pasangkayu, Desa Randomayang, Dusun Salunggalukku I, inisial AS yang juga merupakan Panitia Pemungutan Suara (PPS) dilaporkan warga Ke Bawaslu Pasangkayu, kamis (20/12).

Kejadian ini berawal dari laporan seorang warga (JW), kepada (AK) (pelapor) bahwa adanya pembagian Rastra (beras sejahtera) oleh AS (perempuan) seorang anggota PPS (panitia pemungutan suara) yang disertai dengan stiker foto salah satu Caleg DPRD Pasangkayu yang diketahui adalah Ketua DPRD Pasangkayu dan juga Ketua Asosiasi Anggota Dewan Kabupaten Seluruh Indonesia (ADKASI).

“Saya anggap bahwa itu pelanggaran besar yang dilakukan Asriani seorang anggota PPS dan anak dari Kepala Dusun, yang membagikan beras disertai stiker Caleg atas nama Lukman Said, sehingga selanjutnya saya laporkan ke Panwas Kecamatan”. Ucapnya AK kepada media ini saat ditemui di Kantor Bawaslu, kamis (20/12).

Dikatakan AK, bahwa terlapor tersebut juga diduga melakukan pemaksaan kepada warga agar mencoblos caleg tertentu.

“Saya akan kerumahta, apakah stiker itu betul-betul terpasang atau tidak (sumpah kalau Lukman Said ji mucoblos), kata As kepada JW” seperti yang ditirukan AK saat diwawancarai media ini.

Sehingga lanjut AK, dirinya tetap bersikeras melaporkan hal tersebut ke Bawaslu karena sudah ada upaya pemaksaan kepada warga untuk mencoblos caleg tertentu dengan modus bagi-bagi beras rastra.

“Saya tidak mau ada kecurangan di lapangan, meskipun hari ini langit runtuh, hukum harus ditegakkan, saya tetap laporkan, karena ada bukti beras dan stiker calegnya” tegasnya.

Sementara itu, pihak Bawaslu saat diwawancarai membenarkan adanya insiden tersebut, dan mengatakan bahwa laporan tersebut sudah di registrasi dan sudah dilakukan pembahasan pertama.

Ket: Syamsuddin, SH. bagian devisi pph dan penindakan Bawaslu Kab. Pasangkayu

Dalam pembahasan pertama itu, untuk menentukan apakah keterpenuhan syarat porwil dan materil sebuah laporan. Dan itu dibahas oleh tiga institusi yang tergabung dalam Gakkumdu (Penegakan Hukum Terpadu) Kepolisian, Kejaksaan dan Bawaslu.

“Untuk saat ini kami dalam prosesnya bahwa sesuai peraturan Badan Pengawas Pemilu No. 7 tahun 2017 tentang penanganan temuan dan laporan pelanggaran pemilu itu sudah tahap pemanggilan para pihak dan untuk dilakukan klarifikasi”. Ucapnya.

“Terkait apakah ada pidananya atau hanya pelanggaran kode etik tergantung dari prosesnya, karena yang melakukan klarifikasi itu bukan hanya Bawaslu melainkan tiga institusi Gakkumdu yakni Kepolisian, Kejaksaan dan Bawaslu” jelasnya.

Ditempat terpisah, Ketua DPRD Pasangkayu H. Lukman Said, saat dikonfirmasi terkait insiden tersebut via telfon (082187807xxx) dan messengger, sampai berita ini tayang online belum ada jawaban.***

 

Peduli Pendidikan, PT. Letawa Serahkan Taman Baca Untuk SDN 002 Desa Makmur Jaya

Sulbar.kabardaerah.com | Pasangkayu –  PT. Letawa yang merupakan anak cabang  Perusahaan PT. Astra Argo Lestari (AAL), tbk meresmikan sekaligus menyerahkan Taman Baca Astra Pustaka Ilmu, di SDN 002 Makmur Jaya, Desa Makmur Jaya, Kec Tikke Raya, Kab Pasangkayu, jumat (26/9).

Kegiatan tersebut sebagai rangkaian  Kegiatan 30 Tahun Astra Agro Lestari, Bakti untuk Negeri.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Panitia dari Tim Guru dan Pembina SMP Astra Makmur Jaya tersebut dihadiri oleh Kepala Dusun Maradde, Kepala desa Makmur Jaya, Tokoh Masyarakat Makmur Jaya,Ketua PKK, Ketua Komite Sekolah, Kepala Sekolah dan guru SDN 002 Makmur Jaya.

Administratur PT Letawa, Tapianus Nainggolan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Program 30 taman baca ini adalah untuk masyarakat, agar masyarakat dan perusahaan bisa berdampingan dan makin harmonis.

“Semoga bisa dimanfaatkan dan untuk masyarakat maupun sekolah” katanya.

Selain itu, Koordinator kegiatan,  Arfan Wakhid Rosadi, yang juga Kepala Sekolah SMP Astra Makmur Jaya, PT Letawa mengucapkan terima kasih kepada Desa Makmur Jaya, Kepala Sekolah SDN 002 Makmur Jaya, Manajemen PT Letawa, Tim Guru SMP Astra Makmur Jaya, tamu undangan, serta semua pihak yg telah membantu dan menfasilitasi kegiatan tersebut.

“Sehingga Program 30 Taman Baca,  dalam hal ini peresmian Taman Baca Astra Pustaka Ilmu dapat berjalan dengan baik” jelasnya.

Selanjutnya, perwakilan Desa Makmur Jaya, yang diwakili oleh Bapak Sekretaris Desa Makmur Jaya dalam sambutannya menyampaikan banyak terima kasih atas program2 yg sudah dijalankan oleh PT Letawa utk Desa Makmur jaya.

“Semoga makin banyak lagi program yang bisa sinergi dan berdampingan antara program desa dg program perusahaan” harapnya.

Peresmian Taman Baca tersebut dilangsungkan secara simbolis, dengan pemotongan pita oleh bapak Administratur PT letawa didampingi Bapak Sekdes Makmur Jaya, dan dilanjutkan penandatanganan berita acara serah terima Taman Baca Astra Pustaka Ilmu dari PT Letawa kepada Desa Makmur Jaya.

Kegiatan tersebut juga diisi dengan penampilan Pembacaan Puisi dari Siswi SDN 002 Makmur Jaya,  Penampilan Pantomim dari Siswa SDN 002 Makmur Jaya, dan Penampilan Story Telling dari Siswi SMP Astra Makmur Jaya.

Kegiatan diakhiri dengan foto bersama dan makan siang pukul 10.00 Wita.

Sumber: PT. Letawa
Editor: Rudy

Jalin Silaturahmi CDAM Baru PT. Astra Ngopi Bareng Pewarta Pasangkayu

Sulbar.kabardaerah.com | Pasangkayu – Untuk menjalin silaturahmi, CDAM (Community Development Area Manager) baru PT. Astra Argo Lestari (AAL) Area Celebes I, Teguh Ali Musiaji, ngopi bareng puluhan Pewarta Pasangkayu, di Warkop The Blues Pasangkayu, jumat (21/9).

Dalam perbincangan ringan tersebut, Teguh, CDAM yang baru saja ditunjuk sejak tanggal 1 agustus 2018 menggantikan CDAM lama Budi Sarwono, berharap kedepan antara pihak Astra dan teman Pers bisa lebih intens berkomunikasi dan bersinergi terutama untuk isu-isu pembangunan daerah.

“Tanpa mengganggu independensi Pers, kami berharap terjalin komunikasi yang baik dengan teman-teman Pers, sehingga jika ada yang kurang-kurang dari Pihak Perusahaan teman-teman Pers bisa memberikan masukan” katanya.

Sebab menurut Teguh, keberadaan Pers dengan fungsinya adalah hal yang sangat penting, baik sebagai fungsi kontrol sosial maupun sebagai fungsi publikasi untuk penyaluran informasi ke masyarakat.

“Keberadaan teman-teman Pers tentu sangat vital, untuk transparansi informasi kemasyarakat, baik terkait hal-hal positif yang telah dicapai Perusahaan maupun kekurangan-kekurangan yang perlu dibenahi” jelasnya.

Untuk itu, lanjut Teguh, masukan-masukan dalam pertemuan tersebut akan disampaikan kepada unsur pimpinan agar bisa menjadi bahan pertimbangan dan perbaikan.

“Nanti segera kami rapatkan dengan unsur pimpinan, terkait saran dari teman-teman Pers, baik persolan dana CSR maupun yang lainnya agar bisa segera direalisasi” kata Teguh.

Hadir dalam “ngobar” tersebut CDO PT. Pasangkayu, Ofier Paath, CDO PT Letawa, Sigit, dan Puluhan Pewarta dari berbagai organisasi Pers, Join, IWO, PWI, IJTI, Format, Permata, dan sejumlah Jurnalis lainnya.

Penulis: rudy

Suryana: Berita Media Online Infotimur.com Ngawur Dan Tidak Beretika

PASANGKAYU, BAMBALAMOTU | Sulbar.kabardaerah.com Merasa tidak nyaman dengan judul berita yang ditulis oleh salah satu Media online Pasangkayu infotimur.com, Kepala Sekolah SMPN I bambalamotu, Suryana SPd. angkat bicara.

Menurutnya, cara penulisan berita media tersebut tidak berimbang dan kurang beretika, sebab tidak ada upaya media tersebut untuk melakukan konfirmasi kepada objek yang diberitakan sehingga ada kesan sengaja mencederai dengan menulis judul berita yang menohok.

“Kalau mengikuti kaidah jurnalistik, mestinya mereka meminta konfirmasi dan memberi judul yang tidak terkesan mendeskreditkan orang” Kata Suryana, saat ditemui di Kantornya, jumat (14/9).

Menurutnya, judul berita yang dibuat media tersebut pilihan katanya tidak tepat sehingga tidak sesuai dengan realitas yang ada.

Sebelumnya media infotimur.com telah menerbitkan berita online dengan judul “Baperjakat Copot Kepsek SMPN I Bambalamotu dan Kepsek SDN Salule”.

Suryana mengatakan bahwa yang terjadi sebenarnya bukanlah pencopotan tetapi mutasi atau rotasi kerja untuk penyegaran.

“Kepala Sekolah ini merupakan tugas tambahan bukan jabatan sehingga kata copot tau pecat itu tidak relevan.  Kata copot kesannya juga seolah olah saya melakukan kesalahan fatal lalu dipecat dan diberi sanksi, tetapi faktanya kan saya sudah mendapat surat bebas temuan sehingga tidak ada sanksi dan penyalagunaan anggaran” jelasnya.

“Bahkan untuk SMP se Kabupaten Pasangkayu baru sekolah saya yang mendapat surat bebas temuan dari Kabag Hukum dan Pemerintahan” tambahnya.

Lanjut Suryana, selain hal tersebut, dari isi berita media infotimur.com juga tidak berkualitas. Sebab dua konteks yang berbeda diwakili oleh satu judul berita.

“Konteks masalah antara SMPN I Bamabalamotu dengan SDN salule kan beda mana mungkin dua berita yang berbeda diwakili oleh satu judul, jelas ngawurlah penulisnya” kesal Suryana.

“Saya harap media infotimur.com segera mengklarifikasi beritanya, jika tidak saya akan menyurat ke Dewan Pers” tegasnya.

Sementara itu, pihak redaksi media infotimur.com sampai berita ini tayang belum dapat dikonfirmasi sebab info kontak di dalam box redaksi masih dalam perbaikan.

Penjelasan Komisi I DPRD Pasangkayu dan Kabid Mutasi BKDD Pasangkayu

Kepala Bidang Mutasi Badan Kepegawaian Daerah, Andi Baso, yang juga merupakan salah satu tim evaluasi dan monitoring Pemda, kepada media ini menjelaskan bahwa dirinya juga kurang sepaham dengan pemberitaan yang mengatakan adanya pemecatan sebab kedudukan sebagai Kepala Sekolah itu hanya tugas tambahan dan bukan jabatan.

“Bahasa copot atau pemecatan itu bukan dari Kami selaku tim” tegasnya saat dikonfirmasi media ini jumat (14/9).

Menurutnya, yang dilakukan oleh Pemda melalui tim tersebut yaitu sebatas rotasi kerja untuk penyegaran.

“Kesepakatan dari hasil tim evaluasi dan monitoring seperti itu” pungkasnya.

Di tempat terpisah, anggota DPRD Pasangkayu Komisi I, Ikram Ibrahim, menilai langkah pemerintah daerah untuk melakukan pemecatan seperti yang diberitakan maupun langkah-langkah lain seperti mutasi terlalu subjektif.

Sebab menurutnya, sesuai hasil sidak yang dilakukan timnya di Sekolah tersebut ditemukan fakta bahwa belum adanya data data empiris yang benar-benar fatal sehingga menyebabkan kepala sekolah tersebut harus dimutasi atau dipindahkan.

“Temuan kami justru ada beberapa guru di Sekolah tersebut yang dinilai indisiplin, contohnya meraka bolos jalan-jalan ke Mall di Palu saat jam sekolah” kata Ikram, saat dikonfirmasi media ini via telfon,  jumat (14/9).

“Bahkan fakta yang saya temukan ini juga sinkron dengan informasi dari Dinas Pendidikan” tambahnya.

Sehingga menurutnya, pihak Pemda perlu berkoordinasi juga dengan DPRD selaku fungsi pengawasan agar bisa mengambil langkah langkah yang tidak tendensius dan lebih objektif.

“Pantaun kami Kinerja Kepala Sekolah tersebut baik, justru ada beberapa guru yang kami temukan tidak loyal kepada Kepala Sekolahnya, terlepas dari ada atau tidaknya persoalan internal diantara mereka” terangnya.(*)

Penulis: rudy

Suryana Nilai Berita Sindonews.com Salah Dan Minta Diklarifikasi

Sulbar.kabardaerah.com | Pasangkayu, Bambalamotu – Kepala Sekolah SMPN I Bambalamotu, Suryana, SPd melayangkan protes terkait kesalahan pemberitaan pemecetan dirinya yang dimuat oleh media online sindonews.com, kamis (13/9/2018).

Menurutnya, berita yang ditulis oleh Wartawan tersebut terlalu mendeskreditkan dirinya karena tidak sesuai fakta yang ada dan tidak ada konfirmasi sama sekali.

“Padahal dalam pedoman media siber kan sudah dijelaskan bahwa Pewarta harus mengedepankan cek and ricek atau konfirmasi terlebih dahulu sebelum memuat suatu berita” kata Suryana.

Berita sindonews.com dengan judul “Sekab Pasangkayu Sidak, Dua Kepala Sekolah Dipecat” menurut Suryana sudah mencederai namanya, sebab kata dipecat berarti diberhentikan dengan tidak hormat karena adanya sanksi atas sebuah kesalahan.

Padahal menurut Suryana, Kepala sekolah merupakan tugas tambahan bukan jabatan sehingga sangat salah jika dikatakan ada pemecatan.

“Pemda hanya lakukan penyegaran dengan adanya rotasi kerja, Kalau pecat kan kesannya saya melakukan kesalahan fatal lalu dipecat dan diberi sanksi, tetapi faktanya kan saya sudah mendapat surat bebas temuan sehingga tidak ada sanksi dan penyalagunaan anggaran” jelasnya.

“Bahkan untuk SMP se Kabupaten Pasangkayu baru sekolah saya yang mendapat surat bebas temuan dari Kabag Hukum dan Pemerintahan” tambahnya.

Olehnya lanjut Suryana, pihaknya telah menghubungi redaksi sindonews.com untuk klarifikasi terkait pemberitaan tersebut.

“Kami sudah telfon langsung ke redaksi dan sudah direspon untuk dilakukan klarifikasi, bahkan mereka mengucapkan terimah kasih atas kritikan dari kami” terang Suryana.

Sampai berita ini tayang secara online pihak  Suryana masih menunggu informasi lanjutan terkait kritikannya pada media sindonews.com.

“Kita tunggu informasi selanjutnya, karena pihak redaksi akan menghubungi pewartanya yang ada di daerah” imbuhnya.

BKD Pasangkayu: Tidak ada pemecatan hanya rotasi kerja untuk penyegaran

Sementara itu, kepala Bidang Mutasi Badan Kepegawaian Daerah, Andi Baso, yang juga merupakan salah satu tim evaluasi dan monitoring Pemda, kepada media ini menjelaskan bahwa dirinya juga kurang sepaham dengan pemberitaan yang mengatakan adanya pemecatan sebab kedudukan sebagai Kepala Sekolah itu hanya tugas tambahan dan bukan jabatan.

“Bahasa pemecatan itu bukan dari Kami selaku tim” tegasnya saat dikonfirmasi media ini jumat (14/9).

Menurutnya, yang dilakukan oleh Pemda melalui tim tersebut yaitu sebatas rotasi kerja untuk penyegaran.

“Kesepakatan dari hasil tim evaluasi dan monitoring seperti itu” pungkasnya.

DPRD Komisi I: Langkah Pemda dinilai Subjektif

Di tempat terpisah, anggota DPRD Pasangkayu Komisi I, Ikram Ibrahim, menilai langkah pemerintah daerah untuk melakukan pemecatan seperti yang diberitakan maupun langkah-langkah lain seperti mutasi terlalu subjektif.

Sebab menurutnya, sesuai hasil sidak yang dilakukan timnya di Sekolah tersebut ditemukan fakta bahwa belum adanya data data empiris yang benar-benar fatal sehingga menyebabkan kepala sekolah tersebut harus dimutasi atau dipindahkan.

“Temuan kami justru ada beberapa guru di Sekolah tersebut yang dinilai indisiplin, contohnya meraka bolos jalan-jalan ke Mall di Palu saat jam sekolah” kata Ikram, saat dikonfirmasi media ini via telfon,  jumat (14/9).

“Bahkan fakta yang saya temukan ini juga sinkron dengan informasi dari Dinas Pendidikan” tambahnya.

Sehingga menurutnya, pihak Pemda perlu berkoordinasi juga dengan DPRD selaku fungsi pengawasan agar bisa mengambil langkah langkah yang tidak tendensius dan lebih objektif.

“Pantaun kami Kinerja Kepala Sekolah tersebut baik, justru ada beberapa guru yang kami temukan tidak loyal kepada Kepala Sekolahnya, terlepas dari ada atau tidaknya persoalan internal diantara mereka” terangnya.

Penulis: Rudy

Dituding Salahgunakan Dana BOS, Kepsek SMPN I Bambalamotu Angkat Bicara

PASANGKAYU, BAMBALAMOTU | Sulbar. Kabardaerah.com – Kepala Sekolah SMP 1 Bambalamotu, Suryana, SPd. memberikan klarifikasi terkait tudingan dugaan penyalagunaan dana BOS yang dialamatkan pada dirinya belum lama ini.

Menurutnya, pemberitaan terkait tudingan tersebut sangat tidak berimbang, karena memang tidak ada penyalagunaan dana BOS seperti yang digembar-gemborkan.

“Ini hanya persoalan tekhnis administrasi dan pajak yang belum lengkap, jadi kalau sampai diarahkan kepenyalagunaan atau penggelapan itu sudah terlalu tendensius” Kata Suryana, saat dikonfirmasi media ini, kamis (6/9).

Menurutnya, memang ada beberapa catatan yang direkomendasikan oleh Inspektorat, namun LHP tersebut belun sampai ke tangannya.

“Saya baru menerima LHP itu dari Dinas Pendidikan setelah ada ribut-ribut, sehingga kami belum mengetahui apa saja yang perlu diperbaiki” jelas Suryana.

Namun hingga saat ini, kelengkapan administrasi dan pajak yang direkomendasikan Inspektorat sudah dilengkapi dan sudah ada surat bebas temuan dari Kabag Hukum dan Pemerintahan.

“Semua sudah lengkap, dan saat ini sekolah sudah kembali kondusif, para guru juga telah kembali mengajar, meskipun memang ada sinyal untuk menggulingkan saya sebagai Kepala Sekolah disini” katanya.

Seperti yang ramai diberitakan sebelumnya, bahwa insiden “mogok ngajar” tersebut terjadi karena sejumlah guru di Sekolah SMP I Bambalamotu melakukan tuntutan transparansi penggunaan dana BOS, yang akhirnya berimplikasi pada terhambatnya proses belajar mengajar siswa.

Penulis: Rudy

Resmi Dilantik Jadi Kadis Definitip, Budiyansa, ST Fokus Wujudkan Visi Misi Agus-Saal

PASANGKAYU | Sulbar.kabardaerah.com – Bupati Pasangkayu, Ir. H. Agus Ambo Djiwa, MP akhirnya resmi melantik, Budiyansa, ST sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU), setelah sebelum menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt), di ruang Pola Kantor Bupati, kamis (16/8).

Selain Kadis PU, Bupati Agus, juga melantik Kepala Dinas Perkebunan yang merupakan Dinas baru pecahan Dinas Peternakan, berdasarkan perubahan nomenklatur tahun 2017.

Dalam penyampainnya, Bupati Pasangkayu berpesan agar kepala Dinas yang telah dilantik bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugas yang telah diembankan kepadanya.

“Jabatan ini adalah amanah yang sudah ditakdirkan, sehingga kita tidak boleh mengelak, harus dijalani dengan penuh tanggung jawab” katanya.

Selain itu, Bupati juga menekankan agar Pejabat yang baru saja dilantik menjalin komunikasi dan koordinasi yang baik dengan berbagai elemen yang ada.

“Kita jalin komunikasi yang baik, dengan para unsur Muspida, Wartawan dan lainnya dalam rangka mempercepat terwujudnya visi misi pemerintah daerah, sebab keberhasilan kita dapat diukur dari seberapa berapa jauh realisasi dari visi misi tersebut” harapnya.

Sementara itu, di tempat yang sama, Budiyansa, ST dalam keterangan persnya mengatakan bahwa dirinya berkomitmen dan akan fokus untuk menjalankan amanah tersebut.

“Tentunya saya berkomitmen untuk benar-benar menjalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab” kata Budi sapaan akrabnya.

Menurutnya, untuk mewujudkan visi misi Bupati hingga akhir masa jabatannya tahun 2021, Dinas PU tetap menekankan pada pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan kantong produksi, sarana air bersih, dan tentu juga penataan kota.

“Untuk tahun 2019, kami mendapat anggaran untuk program air bersih 7 milyar lebih yang tersebar di lima titik, untuk bidang Perairan mendapat tiga irigasi dari dana Dana Alokasi Khusus (DAK), dan lainnya” kata Budi.

Selain itu, lanjutnya bahwa ke depan dirinya juga akan melakukan pelatihan-pelatihan untuk peningkatan kapasitas dan keahlian tukang dan kepala-kepala tukang, agar mereka juga bisa mendapat Sertifikat Keahlian.

“Lain dari pada itu, persoalan tata ruang tentang Izin Mendirikan Bangunan (IMB) juga menjadi prioritas utama” kuncinya.

Hadir dalam pelantikan tersebut, Wakil Bupati Pasangkayu, H.M Saal, Dandim Pasangkayu, Kapolres Matra, Kajari, Kepala KUA Pasangkayu, Pertanahan, staf khusus Bupati, Anggota DPRD Pasangkayu, beberapa kepala OPD, Kepala Bidang, Puluhan Wartawan dan unsur-unsur lainnya. (rudy)

Perkuat Mesin Partai Asri Anas Touring Dari Pasangkayu Sampai Mamasa

PASANGKAYU | Sulbar.kabardaerah.com – Ketua DPW PAN Sulbar, Muhammad Asri Anas, melakukan touring di Provinsi Sulawesi Barat.

Enam kabupaten yang ada di Sulbar menjadi tujuan perjalanannya, ia mulai dari Kabupaten Pasangkayu sebagai lokasi pertama kemudain berlanjut ke Mamuju Tengah, Mamuju, Majene, Mamasa dan berakhir di Polman.

Kegiatan digelar secara maraton dari tanggal 11 hari ini sampai 16 Agustus 2018.

“Hari ini kami melakukan konsolidasi, rencananya berlngsung di enam kabupaten. Ini kedua kalinya sejak saya diamanhkan memimpin PAN Sulbar” kata Asri Anas di Kantor DPD PAN, Pasangkayu, Sabtu (11/08/2018).

Tujuan kegiatan yang di gelar selama tujuh hari ini terdapat lima poin penting.

“Pertama, kita harap dari kegiatan ini pengurus dan anggota PAN memahami regulasi pemilu, memahami agenda-agenda partai kedepannya, dan juga ada Penandatanganan akta integritas” kata Asri.

“Kami juga akan melakukan pelatihan kepada para caleg, kita membahas strategi pemenangan dan pemanfaatan teknologi media sosial” Asri melanjutkan.

Pada kegiatan ini secara khusus Asri menghadirkan orang-orang yang ahli di bidangnya.

DR. Yusran alumni Ohaio USA membawakan strategi memenangkan pemilu dan Ir Hasmin Ahli IT dan media Sosial alumni dari Yogyakarta.

Turut hadir Ketua Bappilu dan POK yang juga membawakan kiat-kiat pemenagan pemilu.

Ketua DPW PAN juga menyampaikan beberapa strategi, dalam hal ini pengalamannya meraih kursi DPD RI dua periode.(*)

Optimis Menang Pileg, PAN Sulbar Gencar Konsolidasi Dimulai Dari Pasangkayu

PASANGKAYU | Sulbar.kabardaerah.com – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Sulbar, kini terus gencar melakukan konsolidasi internal.

Konsolidasi dilakukan dalam rangka menyiapkan strategi kemenangan menuju Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 2019 mendatang.

Konsolidasi dimulai di Kabupaten Pasangkayu, Sabtu (11/8/18), yang dihadiri langsung oleh Ketua DPW PAN Sulbar, Muhammad Asri Anas, DPW Bappilu-POK, Dr. Yusran, dan ahli IT dan media sosial, Ir. Asmin.

Selain itu, Asri juga mengaku telah menghadirkan Komisioner KPU dan Bawaslu sebagai narasumber.

“Ini konsolisasi pertama dari 6 tahapan konsolidasi PAN se Sulbar. Kita mulai lakukan hari ini dan akan berlangsung di 6 Kabupaten. Para pesertanya adalah calon DPRD Kabupaten dan Propinsi,” kata Asri

Dalam konsolidasi ini, menurut senator dua periode itu, para peserta akan diberi dan dibekali pemahaman regulasi terkait pemilu, serta pemahaman strategi pemenangan.

“Juga pemahaman sistem teknologi dan media sosial, kemudian penandatanganan Pakta integritas, dan penjelasan agenda agenda kerja partai,” sebut Asri.

Strategi pemenangan Pemilu, kata Asri, akan dibawakalan langsung oleh Ketua Bappilu DPW PAN Sulbar, Dr. Yusran. Sementara untuk pengelolaan IT dan media sosial akan dibawakan langsung oleh Ir. Asmin.

“Yang pasti semua daerah kita target menang, dan minimal pemenang ke dua se Sulbar. Kita akan maksimalkan semuanya,” pungkas Pimpinan Badan Anggaran (Banggar) MPR RI itu.(*)

Dilantik Jadi Sekda Pasangkayu, Firman Yakin 20 Program Agus-Saal Cepat Terealisasi

PASANGKAYU – Bupati Pasangkayu Ir. H. Agus Ambo Djiwa, MP akhirnya resmi melantik Sekertaris Daerah (Sekda) baru, Firman, S.Pi, MP., di ruang pola Kantor Bupati Pasangkayu, Jum’at (3/8).

Pelantikan yang berlangsung hikmat tersebut, disaksikan oleh Wabup Pasangkayu, H. Muhammad Saal, Wakapolres Matra Kompol Takdir Daud, SH, Dandim 1427 Pasangkayu, Letkol. Kadir Tangdiesak, S.Ag.,MM.,M.I.Pol, serta Para Kepala OPD dan Staf Lingkup Kab. Pasangkayu.

Usai pelantikan, dalam keterangan persnya kepada awak media, Firman mengatakan bahwa dirinya siap dan berkomitmen untuk menjalankan amanah dan tanggung jawab serta kepercayaan tersebut dengan sebaik-baiknya.

“Tugas yang diberikan oleh Bupati kepada saya ini adalah amanah dari Allah, tentu akan saya jalankan dengan sebaik-baiknya dengan semangatnya adalah bagaimana Pasangkayu dengan tagline Pasangkayu baru Pasangkayu bangkit bisa terwujud” kata Firman.

Meskipun menurutnya, untuk mengawal Pasangkayu bangkit dengan 20 program unggulannya bukan pekerjaan mudah.

“Ini bukan hal mudah, perlu strategi baik untuk mengawal program ini, apalagi sisa pemerintahan Bapak Bupati dan Wakil Bupati Pasangkayu tinggal tiga tahun lagi, tentu target-target ini harus dipercepat realisasinya, namun kami tetap optimis mewujudkan target tersebut” ujarnya.

Olehnya lanjut Firman, diperlukan kerjasama dan koordinasi yang baik antar semua elemen yang ada sehingga percepatan-percepatan yang dilakukan bisa terwujud.

“Dinamika pembangunan sekarang bukan lagi dinamika seperti biasanya, tetapi sudah dengan kecepatan yang luar biasa dengan era digitalisasi yang semakin maju, sehingga memang diperlukan kemampuan akselerasi untuk mengimbangi hal tersebut” jelas Firman.

“Beberapa di antara 20 program itu, seperti di bidang pendidikan, ekonomi, infrastruktur, reformasi birokrasi, dan hukum” tutupnya.

Penulis: Rudy